Newest Post

Makalah tentang Kaidah Selingkung

| Sabtu, 31 Mei 2014
Baca selengkapnya »
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam penulisan artikel ilmiah perlu diperhatikan dan diterapkan kaidah-kaidah penulisan yang telah ditetapkan. Kaidah penulisan artikel ilmiah dapat dibagi dua yaitu kaidah yang bersifat universal dan kaidah yang bersifat selingkung. Secara umum kaidah yang bersifat universal lebih terfokus pada aturan-aturan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Sedangkan kaidah yang bersifat selingkung berkaitan dengan norma-norma penulisan artikel yang bertolak dari konvensi aturan-aturan penulisan yang lebih bersifat teknis yang harus diikuti oleh penulis artikel untuk wadah terbitan yang menjadi tujuan.
Untuk mengawali tulisan, satu hal penting perlu dikemukakan, yakni kaidah “selingkung” dalam tata tulis ilmiah. Kaidah selingkung adalah aturan-aturan yang sifatnya berlaku dalam lingkungan tertentu, misalnya departemen satu berbeda dengan departemen lainnya, pemda satu berbeda dengan pemda lainnya, majalah satu berbeda dengan majalah lainnya, jurnal satu berbeda dengan jurnal lainnya. Dengan demikian, apabila kita menyusun karya tulis ilmiah, kita harus mengikuti aturan yang ada di lingkungan yang dimaksud.

Makalah tentang Kaidah Selingkung

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Sabtu, 31 Mei 2014
With 0komentar

Niat Ingsun Move On

|
Baca selengkapnya »
Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, tapi nggak sampai bertahun-tahun juga sih, gue ngerasa galau guys. Yup gue dibuat galau tugas kuliah lah, galau karna inilah, itulah, banyak faktor yang membuat gue galau. Udah sering niatan untuk Move On sih, tapi selalu gatot alias gagal total. Yakin deh, gue nggak tau sebabnya apa/ ya jelas dari guelah ya yang niatnya kurang gereget hahaha. Nggak apa-apa sih namanya juga latihan gue yakin orang-orang yang pada galau juga ngrasain apa yang gue rasain,. sekali jatuh untuk berdirinya nggak hanya sekali tapi emang butuh perjuangan. apa lagi kalau jatuhnya di lumpur, comberan iuuuuhhhh. alay punya ya. 

Gue baru nyadar kalau ini malam minggu trus emang kenapa dengan malam minggu ? nggak kenap-kenapa sih. hahaha nah gajenya mulai kumat lagi nehhh. gue tetapin lagi deh niat untuk move on, kemarin gatot sekarang nggak ada salahnya gue nyoba move on lagi, betul kan ?

Yang penting dari awal kita kan udah punya niatan yang seyakin-yakinnya untuk move on, setelah ada niat baru dilanjutkan dengan usaha untuk move on. Ya gue punya tips kalau lagi galau biar bisa cepet move on tuh nyibukin diri loe. kemarin-kemarin sempet dan hampir berhasil move on karna jadwal padat, jam terbang tinggi sok sibuk nieehh. emang sibuk koh. nah berhubung kali ini jadwal kegiatan gue udah langka punya jadi cara menibukkan diri tidak lain dan tidak bukan adalah ngerjain tugas, baca buku, nge-game, kurangin fb sama twitter. Yakin deh sosmed juga bisa mempengaruhi kadar kegalauanmu, menghalangi jalan untuk move on, menurut  gue sih. 

Silahkan kalian pilih-pilih bagaimana cara yang paling jitu menurut kalian, cz setiap orang punya cara lain untuk menghadapi kegalauanya dan berjalan menuju jalan move on. ada tips lagi nih kalian juga bisa ngilangin dengan cara melakukan hobi kalian misalkan nonton film, dengerin musik, karaokenan lah. tapi kalau ngelakuin hal itu juga diinget ya guys dan harus waspada nanti kalau keinget faktor-faktir yang menyebabkan kalian galau berkaitan dengan hobi kalian please don't do it. gue saranin ini karna gue mikir nanti kalo kalian melakukan itu malah move on-nya gatot. jadi lebih baik dihindari dulu :D. balik lagi ke niat ingsun move on-nya. yuk move on !!!!

Niat Ingsun Move On

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag : ,

Makalah tentang EYD dan Istilah

| Minggu, 25 Mei 2014
Baca selengkapnya »
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Setiap karya tulis ilmiah (makalah, skripsi, laporan penelitian) dan wacana tulis dinas (laporan kegiatan, laporan tugas dinas) menerapkan aturan-aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). EYD memberikan salah satu dari beberapa pedoman yang ada, yaitu penggunaan tanda baca. Pemakaian tanda baca menjadi bahasan yang sangat penting, karena setiap karya tulis ilmiah membutuhkan tanda baca.
            Kesalahan yang sangat fatal, apabila dalam suatu karya tulis ilmiah salah dalam memakai tanda baca. Masalah tersebut muncul akibat kurangnya memahami tanda baca dengan baik dan benar. Namun masalah tersebut dapat dikontrol agar tidak menjadi kesalahan yang berkelanjutan. 
Bahasa tulisan sebagai sebagai salah satu bentuk wacana yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya mensyaratkan seorang penulis untuk menguasai kaidah-kaidah bahasa, khususnya penggunaan EYD. Karena dengan pengusaaan terhadap kaidah EYD, dapat dipastikan pesan informasi yang disampaikan dalam tulisannya dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya (Syarif Yunus, 2012).
Bahasa Indonesia dalam sejarah perkembangannya telah menggunakan beberapa ejaan, antara lain ejaan Van Ophuiysen dan ejaan Soewandi. Akan tetapi, sejak 1972, tepatnya pada 16 Agustus 1972, telah ditetapkan dan diberlakukan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Apabila pedoman ini dipelajari dan ditaati maka tidak akan terjadi kesalahan pengejaan kata.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No.0196/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah".

B.       Rumusan Masalah
1.         Bagaimana pemakaian huruf menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan?
2.         Bagaimana pemakaian huruf kapital dan huruf miring menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan?
3.         Bagaimana penulisan kata menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan?
4.         Bagaimana pemakaian tanda baca menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan?
5.         Bagaimana ketentuan umum pembentuk istilah?
6.         Bagaiman proses pembentuk istilah?
C.      Tujuan
1.         Mengetahui pemakaian huruf menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
2.         Mengetahui pemakaian huruf kapital dan huruf miring menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
3.         Mengetahui penulisan kata menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
4.         Mengetahui pemakaian tanda baca menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
5.         Mengetahui ketentuan umum pembentuk istilah.
6.         Mengetahui proses pembentuk istilah.

Makalah tentang EYD dan Istilah

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 25 Mei 2014
With 0komentar

Makalah tentang Paragraf Efektif

|
Baca selengkapnya »
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Salah satu aspek dalam berbahasa adalah menulis. Menulis menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan dalam bentuk tulisan. Agar pesan yang akan disampaikan dapat tersaji dengan baik maka diperlukan keterampilan dalam mengolah kalimat menjadi sebuah paragraf.
Dalam mengolah paragraf diperlukan suatu pemahaman tentang paragraf itu sendiri. Menyusun paragraf tidak hanya asal menggabungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain. Setiap kalimat harus memiliki kaitan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian pemahaman mengenai paragraf efektif sangat diperlukan agar bisa menyusun sebuah paragraf yang baik.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian paragraf?
2.      Apa saja kegunaan paragraf?
3.      Apa saja unsur-unsur yang terkandung dalam paagraf?
4.      Bagaimana syarat paragraf yang baik?
5.      Bagaimana teknik pengembangan paragraf?

Makalah tentang Paragraf Efektif

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲