Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Puji Says. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puji Says. Tampilkan semua postingan
| Minggu, 22 Mei 2016
Baca selengkapnya »
biarkan hujan itu membasahi tanah, mungkin ia rindu dengan pelukan dari tanah. entah kapan terakhir kali mereka bercumbu mesra dihadapan para bunga-bunga, sekawanan semut, dan segerombolan cacing tanah yang masih sibuk mengruk tanah mencari arti hidupnya. 
biarkan hujan bersama angin itu kembali menari-nari mengingatkan kenangan masa lalu, masa lalu yang pedih, masa lalu yang bahagia. karena hidup tak melulu tentang kebahagian, tapi juga kesedihan, tak melulu dengan kesedihan tapi juga kebahagiaan. seperti adanya hitap begitu pula adanya putih, bak yin dan yang yang saling menjaga keseimbangan alam. 

mungkin akan aku benarkan jika hujan adalah 1% air dan 99% kenangan, yang kuingat dari hujan bukan hanya air yang terasa mendalam dari hujan adalah kenangan yang pernah tertorehkan saat hujan. tiap tetes air yang jatuh mengelayut di daun talas menggabarkan kebimbanganku saat ini. bimbang dengan apa yang akan terjadi, apa yang harus ku lakukan, bimbang dengan segudang rencanaku yang ternyata aku salah dalam membangaun. namun sejujurnya, apakah ini benar jika aku membangun harapan itu setinggi gunung, seluas samudra? aku bahkan tak yakin, aku masih percaya dengan ini takdir dari Tuhan, aku percaya jika ini semua salah satu wujud dari garis hidupku, aku harus mengalami kebimbangan, aku mengalami kegagalan, bahkan aku mengalami kesuksesan. 

dengan kenangan dari hujan akan ku bawa menjadi motivasi terbesarku untuk menjadi diri yang lebih baik, dengan kenangan dari hujan mengajarkanku untuk selalu setia, meskipun berkali-kali jatuh, dari hujan mengingatkanku untuk selalu berdo'a, terlalu banyak hal yang mengajarkan kedewasaan dari hujan. 
Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 22 Mei 2016
With 0komentar

Bimbingan part 1

| Senin, 17 November 2014
Baca selengkapnya »
Oke gaess, hari ini tepat tanggal 18 November 2014 jam sekitar jam 10 pagi daerah Ngaliyan, Semarang gue bersama teman seperjuangan gue sebut saja mbak Jasmini cap cus ke kampus, Ia agenda yang ternyata selama ini hanya angan-angan kita jalani juga yaps, bertemu dengan dosen pembimbing skripsi, Ibu Sutji. 
Awal masuk kampus, kaki melangkah ke arah papan pengumuman, lampiran berisi nama teman seperjuangan dan dosen tertempel rapi disana, tidak hanya itu alur skripsi hingga ujianpun juga melengkapi papan tersebut. Hwa dulu, cuma bisa komen ke kakak tingkat yang menyandang mahasiswa tingkat akhir ketika melihat mereka berlalu lalang di kantor, kadang kala keluar masuk kantor, menengok ruang dosen dan TU. 

Rasanya waktu berputar cepat, apakah satu hari sekarang tidak 24 jam ? Mungkin tidak, hehehe. Menyandang panggilan mahasiswa tingkat akhir, semester tua agaknya memberi beban bagaimana kita harus bersikap. tidak hanya sikap yang kita lakukan saat berada di rumah tapi juga dilingkungan. Bagaimana kita mengubah mindset kita yang mungkin masih manja, harus bersikap mandiri, bijak ya krang lebih harus memiliki 17 sikap dalam pendidikan karakter lah *eh. 

Nah setelah menunggu, kurang lebih tiga jam finally bertemu ibunya, dan kita bertanya kapan bsa memulai de-el-el yang bersangkutan dengan skripsi. End then, ibunya menghendaki harus serentak, SK harus dikumpulkan. oke-oke-oke. Saatnya kita putar otak, bagaimana proses bimbingan itu cepat dimulai. Cukup memuaskan sih. Saran gue kepada kalian yang sedang menyandang status seperti gue, siapapun dosen yang kamu dapat please, hindari kata mengeluh, dan iri. Inilah takdir yang harus kamu lakukan, semangat. Biar kata orang lain menilai terhadap diri kamu yang mendapat pembimbing seperti apa , silahkan didengarkan lalu di olah jadi bahan semangat bahwa kamu bisa. Gue yakin dengan sangat, kita memiliki porsi yang berbeda, dan gue yakin kita bisa menghadapinya meskipun perjuangan yang lebih harus kita lakukan, bahkan nggak hanya keringat yang mengucur dari dahi kita air mata, tangisan pun akan mengiringi perjuangan kita. Tak apalah, inilah hidup teman. 

Pesan gue lagi, semangat teman, kita tak sendiri menghadapi itu, semua orang punya masalah tapi inggal bagaimana kita memilih untuk bersikap. Kita mau menunjukkan bahwa kita yang bisa menghadapi masalah dengan cara kita yang seperti apa, atau tanpa seoarng mengtahui masalah kita bisa terselesaikan. Allah bersama kita teman, orang tua akan siap membantu apa yang kita butuhkan selama mereka mampu, tak ubahnya teman seerprjuangan kita. Aku yakin jika kamu mau mengucapkan kata "maaf, tolong, terimakasih" pasti banyak teman yang siap membantu kita. seperti pepatah atak ada akar, rotanpun ajadi. selama masih didunia, nafas masih berhembus, pasti ada jalan keluar. Eh kenapa nggak sesuai judul ? corat-coret kali ini yak, hahah kebanyakan curhat. Tak apalah, ini suntikan semangat bagi gue, sebagai pengingat gue, bagaimana gue harus bersikap sekarang. 

Bimbingan part 1

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Senin, 17 November 2014
With 0komentar
Tag : ,

Minuman Setup Mangga

| Jumat, 14 November 2014
Baca selengkapnya »
Hay hay hay,,,, bulan-bulan ini, akhir-akhir ini teh banyak banget mangga muda pada rontok. Yah bisa disebabkan karena faktor musim penghujan, hujan deras, angin kenceng, mangga-mangga muda itupun alhasil pada berjatuhan. Nah dari pada mangga itu jadi sampah mending kita pungut trus dibuat sesuatu yang insyaAllah bermanfaat. Yah kaya gue, meskipun kagak punya pohon mangga tapi dapat dari tetangga. Bosen dibuat manisan pedas mangga hari ini, gue mau nyoba mangga tersebut dibuat minuman yang seger haha gue sebut aja minuman setup mangga muda. Ini mah hasil eksperimen tapi rasanya lumayan enak kok, Maklum eksperimen perdana tanpa tutor. Nggak biasa masak tapi sering coba buat ini dan itu hahah. Resepnya mah kaya munuman setup biasa, bahanyya biasa ada di dapur kalo dapur kalian biasa lengkap sih kalaupun nggak ada bisa di beli di pasar dengan harga murah kok.

yang kita perlukan untuk membuat minuman ini adalah mangga muda, cengkeh, kayu manis, gula dan air. gampang to ?

Langkah pertama : kamu kupas tuh mangga trus dipotong sesuai yang kamu inginkan deh, jangan lupa dikupas ya gaess
Langkah kedua : Tuangkan air secukupnya yang kamu inginkan juga deh, Masukkan kayu manis sama cengkeh, trus gula direbus sampai mendidih, trus tuangin mangga muda tadi tunggu sebentar. Kira-kira 3-4 menitan lah trus angkat deh, eitss jangan lupa dicicipi yah gaes misal kurang sadap menurut kamu bisa ditambah bahan-bahan yang menurut kamu bisa menunjang minuman itu... heheh maklumlah edisi ekperimen, memanfaatkan apa yang bisa kita buat.

Minuman Setup Mangga

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 14 November 2014
With 0komentar

Gallery of PPL at SD Negeri Sampangan 02

| Senin, 03 November 2014
Baca selengkapnya »
Tahun ini aku menginjakkan kaki, di SD Negeri Sampangan 02. Bulan Agustus yang lalu aku resmi melakukan praktik mengajar di SD ini. Aku menyandang semester tua, ya tepat semester 7. Tak terasa pula sudah  tahun aku berada di kota yang terkenal dengan sebutan kota atlas ini. Menimba ilmu, mencari jati diri, mencari pengalaman.Ah entah rasa suka duka menjadi makanan sehari-hari rasanya. 

Untuk pertama kali masuk PPL aku dekat dengan para siswa, entah kenapa rasanya ada panggilan hati untuk sekalu mendekat dan mencari tahu tentang mereka. Dari mereka aku banyak belajar pula. Ternyata seperti ini rasanya menjadi guru. Meskipun mereka hanya siswa tapi rasanya aku mulai memiliki rasa memiliki. Aku kacau kala melihat mereka tak bisa mengerjakan tugas, aku sedih ketika aku mengjar berteriak, berjalan mondar-mandir tapi mereka pula ramai sendiri, tak memperhatikan, Ya rasanya tantangan untuk bersikap sabar dan bijaksana. Aku juga banyak belajar menjadi guru dari para guru yang tentunya sudah lama berada di sana dari pada aku. 

Ini fotoku bersama anak-anak kelas 2B, disana asa alif, adib, huda, vivin, dan yang lainnya entah aku tak ingat namanya. Mereka sangat senang keika di ajak berfoto bersama, hal yang sangat dirindukan adalah bercanda dengan mereka, berebut siapa yang duduk dekat denganku. Hmmm 

Gallery of PPL at SD Negeri Sampangan 02

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Senin, 03 November 2014
With 0komentar
Tag :

Berubah

| Selasa, 08 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Semua tak ada yang abadi. semua yang yang dulunya dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi sangat jauh. Berubah, yang aku tahu rasanya seperti berada diruang gelap, sendiri, sedih, berkecamuk mencabik-cabik. 
Yang didepanku manis layaknya madu, tapi sungguh setelah mengetahuinya tidak hanya racun yang dirasa lebih dari racun yang mematikan berasa pahit. 

Aku menginginkan tahu, tapi mengapa setelah mengetahui sungguh rasanya dibunuh secara perlahan. Kembali merasakan luka yang telah tertutup hampir sembuh kini kembali menganga bahkan tertabur garam, tersiram air laut. Ini jauh lebih sakit daripada terkena atau tergores pisau yang tajam. 

Mungkin memang dibenarkan bahwa mulutmu adalah harimaumu. Aku sangat, sangat setuju. Semua berubah. Kenapa harus berbisik dibelakangku ? Kenapa harus berbohong ? Kenapa harus merasa terpaksa. Jikalau memang mereka tidak mau mengulurkan tangan kenapa harus memberikan tangan dengan cara terpaksa dan bobor terus bergemng menyebut namaku berulang kali. Aku selalu menawarkan kata "ya" dan "tidak". 

Kenapa semua menjadi seperti ini ? sesuatu yang memang tak pernah aku harapkan, kenapa harus berulang-ulang menemuiku. Mengapa dan kenapa ? mengapa harus aku kembali yang merasakan ini ? dan mengapa kepada mereka yang aku anggap sebagai sahabat ? sejatinya apa ada atau tidak seorang sahabat itu ? kenapa mereka yang aku percaya kini menggulingkan aku ke dasar jurang? 

Berubah

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Selasa, 08 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

Terhempas

| Kamis, 12 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Mungkin salahku, atau memang aku yang terlalu egois, atau dan lain sebagainya. Aku tak mampu menafsirkan itu semua. Bagaimana biasa aku hidup rasanya hanya seperti sebuah bayangan. Ada dan tidak adanya tidak banyak orang yang menganggapnya. Mereka hanya terlihat dan dilihat ketiaka tanpa sengaja menundukkan kepala ataupun ketika mengadakan penelitian bisa dikatakan ketika mereka membutuhkan. Ya aku menafsirkan aku sekarang hidup seperti itu. Berada dilingkungan yang penuh dengan orang yang kau rasa bijak tapi tak sepenuhnya bijak ( ternyata ) elegan, ramah dan sebagainya tapi ternyata hanya fatamorganaku. 

Setiap kedipan mataku, disela-sela aku menghirup okesigen untuk menyambung hidupku didunia, entah yang namanya permasalahan ini terus memenuhi otakku dan selalu mengalihkan fokusku pada setiap tugas-tugasku. entah entah dan enath. Aku rasa pertanyaan yang mengandung unsur 5W+1H sudah menumpuk tak hanya berbkit tapi menggunung. Apa yang sebenarnya terjadi ? Mengapa aku ? Bagaimana ceritanya? Tak satupun aku berhasil menemukan jawaban atas pertanyaan yang muncul satu persatu dan memiliki keterkaitan satu pertanyaan dengan pertanyaan lain . 

Satu bulan, dua bulan aku bisa melampauinya.Dan aku fikir hari ini sudah menginjak kurang lebih hampir 1,5 tahun. Bukan waktu sebentar untuk merasakan hidup, itu terhitung cukup lama untuk ukuran waktu didunia. Aku fikir pula cukup waktu untuk bagaimana memahami karakter dari masing-masing individu. Tapi dugaanku salah, atau memang aku yang tak pandai berfikir atau menduga ?Sampai detik inipun aku tidak merasa kepekaan yang terjadi pada aku dan sekelilingku. Aku tak merasakan momen terindah kala hidup bersama mereka. Aku terus mengingatnya tapi tetap saja itu hanya momen yang berstandar lokal. biasa-biasa saja tak ada yang menarik bahkan semuanya sakit. Ya sakit yang telah mendewasakanku, mengajariku bagaimana caranya untuk tidak bersikap seperti itu, bagaimana menciptakan momen terbaik kala hidp bersama orang lain. setidaknya tidak membuat sakit hati. 

Berandai aku sehelai daun yang terhempas oleh angin, melayang jauh mengikuti jalanya angin. Dan aku sendiri tanpa teman, aku terpisah dari mereka. Namun, apa yang terjadi karna perpisahan itu? Aku banyak belajar dari perenunganku, aku menemukan banyak teman baru, aku menemukan banyak pengalaman. ya pengalaman yang harusnya mendewasakanku sebagai persiapan nantinya kala aku benar-benar haus hidup sendiri mandiri tanpa teman yang aku kelan, sahabat, jauh dari keluarga. 

Dan masih tersimpan mesra sebuah notes dari seoarng kakak, Allah memang telah memberi kita masalah tapi Allah juga tidak lupa memberikan solusi. Tidak ada jalan buntu, dan tidak ada jalan buntu. Pasti ada jalan keluar selama kita masih hidup, memiliki niat yang tulus untuk terus menyelesaikan setiap permasalahan. Dan tentunya niat itu dibarengi dengan sebuah usaha yang keras. sekali lagi usaha dan kerja keras. 

Jarum jam masih menunjukkan pukul 6:17 WIB pagi menjelang siang. Waktu terus berputar, hidup terus berjalan, tak pernah ada yang tahu kapan tepatnya semua iu akan terhenti. Maka selama itu pula kita harus tetap berusaha. Kita tidak sendiri, bersedih hati wajar tapi jangan keterlaluan ingat lagu 2H1N --> hadapi. hayati, nikmati. Ketika bersedih cepatlah suntik dengan rasa syukur dan semangat kita bisa mengahdapinya. Diwaktu mendatang permasalahan yang lebih besar masih menunggu untuk diselesaikan. Permasalahan hari ini belum ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan yang akan datang. tetap semangat ^_^


Terhempas

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Kamis, 12 Juni 2014
With 0komentar
Tag : ,
| Jumat, 06 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Beberapa bulan lalu pernah menulisakan tentang begitu pentingnya angka "21" dan kali ini tanpa disadari tahun ini gue juga tepat genap umur "21". rasanya pengen merenungi apa yang udah gue lakuin slama ini apa jaj  berapa banyak dosa yang gue kumpulin selama 21 tahun, dan berapa banyak perbuatan yang sanggup nebus dosa gue selama 21 tahun. :( 
di usia 21 gue pengen sedikit demi sedikit berhijrah. Ya berhijrah menjadi manusia yang lebih bermanfaat. berhijrah sekaligus menggapai mimpi-mimpi yang telah gue cita-citakan. Tahun ini gue banyak kado yang sebelumnya hanya gue impikan, tapi gue rasa ini terwujud karna keyakinan gue, keinginan kuat gue, kalo gue bisa. Ya tahun ini untuk kedua kalinya lolos PKM, bisa mengikuti KKN alternatif 1 yang setidaknya harus berjuang bolos sekolah, padahal baru sebulan masuk. non aktif di beberapa organisasi. ngejar deadline tugas, bolos kuliah beberapa kali, konflik sama teman, dan banyak lagi kado-kado dan nikmat yang diberikan Allah yang tentunya tak akan habis dibahas disini. Dan kado yang sangat terkesan tahun ini adalah bisa menyaksikan kakak pertama mengucap janji untuk menikahi seorang wanita yang selama ini ditunggu untuk mendampingi perjalanan takdirnya. 
Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 06 Juni 2014
With 0komentar
Tag :

Niat Ingsun Move On

| Sabtu, 31 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, tapi nggak sampai bertahun-tahun juga sih, gue ngerasa galau guys. Yup gue dibuat galau tugas kuliah lah, galau karna inilah, itulah, banyak faktor yang membuat gue galau. Udah sering niatan untuk Move On sih, tapi selalu gatot alias gagal total. Yakin deh, gue nggak tau sebabnya apa/ ya jelas dari guelah ya yang niatnya kurang gereget hahaha. Nggak apa-apa sih namanya juga latihan gue yakin orang-orang yang pada galau juga ngrasain apa yang gue rasain,. sekali jatuh untuk berdirinya nggak hanya sekali tapi emang butuh perjuangan. apa lagi kalau jatuhnya di lumpur, comberan iuuuuhhhh. alay punya ya. 

Gue baru nyadar kalau ini malam minggu trus emang kenapa dengan malam minggu ? nggak kenap-kenapa sih. hahaha nah gajenya mulai kumat lagi nehhh. gue tetapin lagi deh niat untuk move on, kemarin gatot sekarang nggak ada salahnya gue nyoba move on lagi, betul kan ?

Yang penting dari awal kita kan udah punya niatan yang seyakin-yakinnya untuk move on, setelah ada niat baru dilanjutkan dengan usaha untuk move on. Ya gue punya tips kalau lagi galau biar bisa cepet move on tuh nyibukin diri loe. kemarin-kemarin sempet dan hampir berhasil move on karna jadwal padat, jam terbang tinggi sok sibuk nieehh. emang sibuk koh. nah berhubung kali ini jadwal kegiatan gue udah langka punya jadi cara menibukkan diri tidak lain dan tidak bukan adalah ngerjain tugas, baca buku, nge-game, kurangin fb sama twitter. Yakin deh sosmed juga bisa mempengaruhi kadar kegalauanmu, menghalangi jalan untuk move on, menurut  gue sih. 

Silahkan kalian pilih-pilih bagaimana cara yang paling jitu menurut kalian, cz setiap orang punya cara lain untuk menghadapi kegalauanya dan berjalan menuju jalan move on. ada tips lagi nih kalian juga bisa ngilangin dengan cara melakukan hobi kalian misalkan nonton film, dengerin musik, karaokenan lah. tapi kalau ngelakuin hal itu juga diinget ya guys dan harus waspada nanti kalau keinget faktor-faktir yang menyebabkan kalian galau berkaitan dengan hobi kalian please don't do it. gue saranin ini karna gue mikir nanti kalo kalian melakukan itu malah move on-nya gatot. jadi lebih baik dihindari dulu :D. balik lagi ke niat ingsun move on-nya. yuk move on !!!!

Niat Ingsun Move On

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Sabtu, 31 Mei 2014
With 0komentar
Tag : ,

Hidup Terus Berjalan

| Minggu, 25 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Tanpa kamu ada disisiku, aku masih bernafas, aku masih bergerak kesana kemari, aku masih menjalankan takdirku sebagai layaknya manusia seperti yang lain. Hidupku masih berjalan seperti sebelum adanya kamu dikehidupanku. bumi juga masih berputar mengelilingi matahari tak ada bedanya bulan yang masih bersinar terang bersama kelap-kelip bintang. Lalu apa bedanya dan alasan apa yang membuat aku terus menerus melukai diri sendiri. Tak ada satupun keuntungan pula yang kudapatkan bukan ? Dan untuk apa aku terus memikirkan seseorang dan sesuatu yang bahkan telah berkhianat dibelakangku? Dan sekali lagi untuk apa pula aku membuang air mata yang suci tak berdosa dengan cuma-cuma hanya sekedar suatu permasalah atas kecerobohan diatas kepercayaanku terhadap seoarng manusia? 

Aku masih disini berdiri dikaki sendiri atas kuasa Tuhanku. Aku rela jika memang harus kehilangan seseorang yang seperti dirimu, ya tentu saja aku rela kehilangan dirimu. Hal itu jelas, karna aku punya Tuhan semesta alam yang lebih Esa diatas segala-galanya. 

Kesedihan ini hanya berlaku sebentar, dan lambat laut atas berputarnya jarum jam semua itu akan terkubur dalam memori otak hingga menjadi sebuah kenangan lesuh yang tak ingin kubuka lagi. Cukup sampai disini atas pelajaran berharga yang tanpa kau sadari telah mengajariku untuk bertambah dewasa, berpikir matang, dan berhati-hati atas kepercayaan. Terimakasih atas luka yang kembali menganga karna sikapmu. dan Aku masih hidup disini, kau pun akan hidup dalam bayang kenanganku saja. Jikapun kau meminta kembali, aku akan berpikir untuk kedua kalinya. Karna luka ini akan tetap terjaga dan membekas. 


Hidup Terus Berjalan

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 25 Mei 2014
With 0komentar
Tag :

Semua sudah berakhir,

| Minggu, 20 April 2014
Baca selengkapnya »
Semuanya sudah berakhir dan ini benar-benar akhir dari apa yang aku harapakan., sesuai dengan yang apa aku fikirkan dan aku rasakan. Ya inilah yang terbaik untuk diriku dan senja.Semua kisah tidak selalu berkahir dengan bahagia bukan, ada kalanya juga berakhir dengan kesedihan seperti kisah antara aku dan senja. Memang ini yang terbaik untuk diriku juga unttuk senja. Bahkan kata maaf saja tak tersebut dalam percakapanya. Apa harus aku yang memulai untuk menyebut kata maaf lagi setelah sekian kali aku mengutarakan kata maaf dan kata terimakasih? Ha?

Mengapa begitu mudahnya dia hanya berkata tentang kata fokus. Jadi pada intinya kembali ke komitmen awal bukan ? Ya sekali lagi kisah antara aku dan senja menjadi kisah pahit yang aku alami dan menambah berkuragnya rasa kepercayaa terhadap makhluk sejenis dengan senja.

Ending of our story" aku dan senja"

Sudahlah, memang hari ini juga kan yang kamu tunggu ? ya tanggal 21. Lalu untuk apa kau menangisisnya ? lalu unguk apa juga kamu merasa dikecewakanya. Ini sudah menjadi pilihanmu. Bukankah dari awal kamu memendam rasa ini sudah menjadi konsekuensi. Ya lagi-lagi kembali pada konsekuensi yang harus kamu terima. Jadi percuma saja kau menangisi dan menyesali semuanya.

Katamu "aku" adalah seorang tokoh yang kuat, jadi apa buktinya atas pernyataan tersebut.

"Aku" rapuh, aku hanya manusia biasa. Tak lebih sempurna dari apapun. Aku terlalu rapuh jika terkena rasa. Aku rapuh karna kekecewaan. Aku menangis karna ketidakpercayaan. Jadi harus bagaimana sekarang aku bertindak ?

Seperti biasa!

Aku harus biasa ? bagaimana bisa? bukankah sudah ku jelaskan aku manusia rapuh ?

sudahlah kau akan mengertu apa yang aku maksud.

end


Semua sudah berakhir,

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 20 April 2014
With 0komentar
Tag :

Detik menjelang ending "aku dan senja"

| Senin, 14 April 2014
Baca selengkapnya »
      Seminggu lagi keputusan dan ending dari "aku dan senja" akan segera diketahui. Inilah keputusan yang telah aku buat secara matang. Jika memang akhir dari ini semua adalah suatu perpisahan, aku siap dan itu memang konsekuensi yang memang harus aku tangkap, seperti yang kau utarakan beberapa bulan yang lalu ya tentang "konsekuensi". Jika memang akhir dari semua ini adalah masih dengan "bersama" akan  ada do'a dan harapan yang ku selipkan didalam keputusan itu. 

      Detik dari akhir "aku dan senja" semakin hari, seiring berputarnya bumi sikap demi sikap yang menuurt analisisku telah berubah 180 derajat dari pertama kesan. Ya hari ini aku belajar tentang kenyataan dan kesan. Kesan itu hanya pembungkus  awal dari suatu kenyataan yang bisa berubah. Jangan sering mempercayai kesan awal, percayailah kenyataan terlebih dahulu.

Detik menjelang ending "aku dan senja"

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Senin, 14 April 2014
With 0komentar
Tag :

Berubah

| Selasa, 08 April 2014
Baca selengkapnya »
Ini minggu kedua atas berubahnya sikapmu. Aku tak tahu, tak paham atas berubahnya sikapmu. Jika ini memang caramu untuk menjauh, lalu kenapa minggu  kemarin kau menemuiku ?
Aku tak tahu, aku tak paham. Jika kau hanya bermain-main, lalu untuk apa kau merajuk, merayu, bukankah itu hanya membuang waktu yang kau anggap berharga ?
Feelingku rasanya begitu kuat, kau mencintai seorang perempuan. Bukan aku, jelas bukan aku. Lalu, apa yang harus aku lakukan? Membiasakan diri, ya benar aku harus membiasakan diri.Jika diteruskan ukankah ini hanya akn melukai diri sendiri, menambah kekecewaan? Sadar yuk sadar.

Berubah

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Selasa, 08 April 2014
With 0komentar
Tag :

Tarik Ulur

| Minggu, 06 April 2014
Baca selengkapnya »
Aku sejujurnya juga tak tahu, tak paham. Apa aku yang cara berfikirnya terlalu lola ? Apa aku terlalu bodoh ? terlalu polos?
Setiap hari yang terjadi diantara kita hanya tarik ulur. tarik ulur yang tiada hentinya. Oke season bulan maret kemarin adalah sesi bertengkar, sedangkan hari ini bulan sudah berganti. Cerita kita tentunya juga berganti. Ya berganti tarik ulur antara iya lanjutkan dan tidan maka berhenti.
Sudah ribuan kata untuk berhenti mungkin kutulis, kuucapkan tapi nyatanya hati ini belum siap untuk melepasmu senja. Kau tahu beberapa hari yang lalu, bersama 2000% aku datang dan mengetok sebuah palu di meja hatiku untuk benar-benar melepasmu, Tapi apa nyatanya ? Kau datang lagi.Dan yang terjadi lagi-lagi tarik ulur lagi tarik ulur lagi.

Kau tau yang menumpuk di pundakku sekarang adalah kebosanan ya rasa bosan ini menggunung senja. Inilah ulahmu. Dan kau masih ingat pernyataanku beberapa waktu yang lalu ? Akhir dari kisah ini adalah 1 bulan dari aku mengungkapkan pernyataan itu.

Tarik Ulur

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 06 April 2014
With 0komentar
Tag :

Canda Tengah Malam

|
Baca selengkapnya »
Ini tentang permainan yang kami lakukan untuk mengisi kegiatan malam selama KKN. Ya kami tertawa lepas, melepas sebentar atas beban yang penuh di pundak. 

Kau tau apa yang kami lakukan ? tak perlu melawak dan butuh keahlian khusus layaknya pelawak seperti yang ada di tipi-tipi. Ya dengan kuis konyol ala missing lyric.Ada sisi lain pada tawa yang keluar di bibir kami, yap ini cara lain untuk merekatkan ikatan kekompakan kita. Ahay, semoga dengan ini helai demi helai atas masalah yang secara terselubung jatuh seiring berputarnya bumi, seiring bergantinya siang dan malam. 

Canda tengah malam ini, mungkin ini akan menjadi ritual yang akan sangat dirindukan entah beberapa bulan dari detik ini, beberapa tahun kemudian, entahlah akan menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan tentunya. Terlalu sulit untuk mengahpus kenangan ini, tawa ini, lukisan wajah ceria yang tergambar di wajah yang tepat berada di depanku. 


Canda Tengah Malam

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag :

Senja sebagai Tamu

| Sabtu, 05 April 2014
Baca selengkapnya »
Ngaliyan,  3 April 2014

Tepat jam 12 siang ini, senja datang.
Membawa sebuah kado ya sejujurnya akupun tak tahu apa maksud dan tujuannya ia datang, ia memberi ku kado seperti itu. Bahkan membiarkan ku membawa sebuah tasbih hijau miliknya.
Entahlah,,, yang jelas di ujung pertemuan kita kali ini ia mengaungkapkan apa yang ia namakan tentang keseriusan.

Senja sebagai Tamu

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Sabtu, 05 April 2014
With 0komentar
Tag :

Air

| Rabu, 02 April 2014
Baca selengkapnya »
Kau bilang kita berjalan seperti air? lalu jenis air apa yang kau maksud dalam kaliamat tersebut ? Terlalu banyak kata ambigu yang kau lemparkan ke telingaku senja.

Air yang berjalan dan bermuara di selokan atau di laut? Air yang menggenang membuat jebakan ? Atau apa ? Kau tak pernah menjelaskan semua itu padaku senja.

Pencitraan kah ? Untuk kesekian kalinya ? Harus berapa lama lagi aku merasakan pahitya pencitraan ?




Air

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Rabu, 02 April 2014
With 0komentar
Tag :

Lagi

| Selasa, 01 April 2014
Baca selengkapnya »
          24 jam bahkan lebih dari 24 jam, ya ku anggap kau hilang sudah senja. Aku sudah lelah dengan semua ini. Mungkin itu iya, meskipun di sosmed, aku yakin itu kau tunjukkan untukku. keyakinanku melehihi 2000% seperti yang kau ungkapkan. Entahlah ini sangat aku yakini, meskipun aku tahu dalam sosmed kau sering melakukan pencitraan. Dan aku takut jika umbaran tentang cinta yang sering kau ucapkan hanya sebuah pencitraan saja. Tidak lebih dari cinta yang suci yang sering kau agung-agungkan padaku. 
           
              Entahlah jauh dari itu semua sudahlah, ku rasa ku tutup saja semua cerita. Buka lagi lembaran lagi untuk kesekian kalinya. Inilah kado yang harus aku terima. Sudahlah, ini menjadi keputusan terbaikku atas keyakinanku, penilaianku terhadap sikapmu dan semua tentangmu. 

               Bukan akhir dari segalanya, ini hanya awal. Sedikit usaha untuk beradaptasi dengan semua ini. Aku yakin diatas kesibukanku aku akan bisa melupakan semua. Dan pada akirnya kembali seperti sebelum adanya dirimu. Konsentrasi atas apa keinginanku dan kebutuhanku, Bukan tentang cinta diatas pencitraan dan pemanfaatan semata.  

            Corat-coret tulisan ini mewakilkan penilaianku terhadapmu. Kita berakhir sudah.Oke Fix


Lagi

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Selasa, 01 April 2014
With 0komentar
Tag :

Menghapus Jejak Senja (Kembali)

| Sabtu, 22 Maret 2014
Baca selengkapnya »
           Oke jadi setelah beberapa hari gue melakukan pengamatan kembali, selama tiga hari ini senja benr-benar berubah. Oke fine gue sih nerima aja. Ya kalau dipikir-pikir buat apa gue harus marah atau merasa dikecewakan. Bukankah begitu? Gue dengan senja nggak ada hubungan apa-apa just a friend. Gue bukan ibunya, bukan istrinya yang harus setidaknya harus mendapat laporan sedang pa dia dan alasan melakukan sesuatu. 

                Ya, setelah engamatan selama tiga hari ini dan kembali mengingat masa lalu lebih baik gue , memulai hal sama dan sering gue rencanakan tapi sering gagal. Gue mau menghapus jejak senja, ya gue yakin ini akan berjalan lebih mudah dari pada kemarin karna dua pihak memang saling mendukung untuk saling menghapus jejak dan mengakhiri novel yang hampir pernah kita rangkai. 

                Ending dari novel ini antara aku dan senja akan kita lihat saja satu bulan kedepan. Sungguh aku akan mengingat hal ini dan satu bulan kedepan apa yang terjadi denganku dan senja. Jika memang takdir membawaku pada senja seperti sekarang ini maka, berakhirlah sungguh berakhir. Ku pasrahkan semua padaNya itu lebih baik bukan untuk kedua belah pihak. Sama sekali tidak ada yang dirugikan dari hal itu. 

      #Menghapus Jejak Senja

Menghapus Jejak Senja (Kembali)

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Sabtu, 22 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Cuek

| Jumat, 21 Maret 2014
Baca selengkapnya »

Malam ini gue mau menandatangani plakat, gue mau kembal menata hidupgue yang sempat acak-acakan porak-poranda karna tingkah senja. Gue rasa kemarin-kemarin gue hanya terjebak oleh rayuan senja. Gue mulai sadar senja memang hanya bermain, jadi untuk apa gue melayani keseriusan dalam permainan itu bukankah itu hanya membuang-buang waktu gue? Bukankah lebih baik gue konsentrasi terhadap kaier yang sedang gue tempuh, ya lebih baik gue konsen untuk perbaikan diri, konsen ke kuliah gue. Jadi nggak sia-sia banget, negara biayain gue. Bener gag ?

           Selama ini nggak hanya satu atau dua orang sih yag ngatain cuek, tapi gue bersikap cuek kan karna ada alasan guys. Nggak semata-mata gue bersikap cuek ke semua orang dalam situasi konsisi apapun. Tentu gue melihat sikon lah ya.

Apa salahnya cuek ?

           Nggak ada salahnya, kita bersikap cuek tapi bener-bener kita harus pandai melihat situasi dan kondisi untuk menempatkan diri kita untuk bersikap cuek. Ya langkah gue kali ini mungkin gue akan bersikap agag cuek kepada senja. Ya mungkin itu jauh lebih baik dari pad ague harus menahan rasa tersakiti. Gue pernah baca sebuah kalimat. “ rasa tersakiti itu dikarenakan sikap yang berlebihan pada sesorang yang tidak pernah mempedulikanmu”. Jadi untuk apa kita peduli, berfikir keras memikirkan seseorang yang sama sekali nggak respect sama kita? Tapi kembali ke persepsi sendiri-sendiri sih ini kan hanya curahan hati heheh, kita juga nggak boleh langsung menjudge seseorang itu nggak peduli sama kita. Cari tau lebih dalam. Ceilah kaya pa aja ye, asyyek.

          Yah pembahasan yang kurang greret karna gue sendiri belum ada greget untu membahas ini sih, hahah. GAJE, alias nggak jelas banget yah, iyah ini diantara galau dan tidak sih soalnya. Upsss keceplosan.




Cuek

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 21 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Menghilang

| Rabu, 19 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Malam itu pesan terakhir dari dia. ku layangkan beberapa pesan, ku deringkan telfon sejenak menghubungi bagaimana kabar senja yang sedang hijrah. Tak ada satupun yang berhasil menjawab semua kegamangan yang terlukis. Bahkan di sosial mediapun, kulayangkan juga pesan tapi tak juga di balas. 

Menghilangkah dia dari hadapanku setelah kunjunganya? Inikah cara dia untuk benar-benar akan memisahkan atau mengakhiri karangan novel yang aku kira akan bertahan ? 

Apa memang aku harus bertahan ? Bersaba? dan tetap bertanya pada waktu yang masih membisu, tak sekalipun pernah memberi jawaban yang pasti. 

#Menunggu Senja

Menghilang

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Rabu, 19 Maret 2014
With 0komentar
Tag :
← Prev
▲Top▲