Newest Post

Cara Menonaktifkan Javascript pada Firefox

| Senin, 17 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Cara menonaktifkan javascript pada firefox,mungkin buat anda yang suka browsing jalan jalan di dunia maya mematikan fungsi javascript merupakan salah satu cara untuk mempercepat loading,karena dengan mematikan fungsi javascript script yang di pasang pada website tersebut tidak akan di load,ini tentunya lebih mempercepat loadingnya.

Cara mematikan/menonaktifkan pada firefox adalah sebagai berikut:
1.klik alat/tool
2.klik option/pengaturan
3.klik konten / isi
4.lalu kosongkan pada opsi aktifkan javascript

Cara Menonaktifkan Javascript pada Firefox

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Senin, 17 Februari 2014
With 0komentar
Tag :

10 Menit

| Jumat, 14 Februari 2014
Baca selengkapnya »

     Ini lebih dari 10 menit, batas yang kau beri kepadaku agar aku tak merasa nge-blank lagi. Ini hampir 10 kali lipat dari menit yang kau beri padaku. Sering kali kau menyeretku pada kata menunggu dan menunggu. Hingga suatu hari aku semakin merasa ragu yang mendalam pada dirimu. 10 menit, aku sangat ingat sekali, kau mengatakan 10 menit sebelum kau menutup telfonmu.
     Sebenarnya kau menyapaku karna tak tega jika kau mengetahui aku menangis, atau karna alasan lain, sungguh aku ingin tahu. Ya kau menangis karnamu, ya aku sakit jika kau sering mengatakan lebih baik aku mencari seorang yang lain, ya aku sakit. Aku tak ingin kehilangan dirimu. Ya aku sangat sayang padamu, lalu berapa banyak kata sayang yang harus aku lontarkan kepadamu ? Dan berapa lama aku harus mengatakan itu hingga kau benar-benar yakin jika aku sayang padamu ?
    Dan kembali pada 10 menit, setelah kau melemparkan kata 10 menit kuterima sebuah pesan, kubalaspun kau  sepertinya mengacuhkannya. Dan mungkin inilah keraguan lagi yang kuterima. Kau membuatku menunggu dan menunggu. Padahal engkaupun tak mau jika kau menungguku. 10 menit itu ku anggap sebagai janji ya aku terus menunggu hingga detik ini. Dan 10 menit telah menjadi satu jam, dan berubah lagi menjadi dua am, hingga menjadi 3 jam dan 4 jam. Dan sampai kapan kau membuatku menunggu ?
     Wahai angin, sapalah ia katakan padanya jika aku disini menunggunya dan sungguh masih menunggu. Sampaikanlah pada malam juga jika ia bertemu denga senja, katakan padanya jika aku menunggu masih ditempat yang sama. dengan orang yang sama dalam kondisi yang berbeda. 

“Masih menunggu senja”

10 Menit

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 14 Februari 2014
With 0komentar
Tag :

Aku Suka

|
Baca selengkapnya »

     Aku suka menulis, ya aku sangat suka menulis. Menulis hal yang penting dan nggak penting. Coba saja kau tengok ketika kau beri aku selembar kertas tak cukup 1 menit pasti sudah berubah menjadi kertas yang kusam, kotor, penuh coretan, penuh tulisan lengkap dengan  gambar. Haha ya inilah hobiku yang sulit aku hentikan. Karena memang itu caraku unktuk ngungkapin sesuatu yang melanglang buana, berputar-putar mengelilingi otak… #eaaa. Ngomong apaan gue #please deh.
Ahli sih nggak tapi nggak tau yang namanya nulis kaya gini nulis yang tujuanya cuma iseng, gambar yang tujuannya juga cuma iseng gue paling demen. Sih bisa dibilang gue suka iseng. Nggak hanya dua itu sih gue juga suka yang namanya megan editor foto sebut saja aplikasinya photoshop nah gue demen tuh yang namanya mempora-porandakan isi dari photoshop demi ngedit satu foto. Awalnya juga iseng eh jadi keterusan. Tapi abis diedit langsung diapus gitu aja hehe nggak mau nyampah di notebook atu-atunya. Eittsss knp gue nggak kefikiran nyampahnya sekalian diblog ini ya? itung-itung pamer hasil karya gitu. Ngedit foto pake photoshop itu mudah-mudah sulit, sulit-sulit mudah. Bingung ? iya sama deh iya pokoknya bisa dibilang mudah tapi ya sulit dibilang sulit ya bisa mudah, beneran mudah kalo udah apal cara atau langkah-langkahnya. Serius deh gue. Iya-iya bisa-bisa nah kan gue nulis kaya gini malah dapet insiprasi untuk nyampahin hasil karya gue di blog ini juga jadi nggak hanya sampah tulisan-tulisan aja.

Aku Suka

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag :

Siapa yang Menduga?

| Kamis, 13 Februari 2014
Baca selengkapnya »
     Siapa yang pernah menduga jika aku sampai disini? Sejak aku kecil aku memang berada dijalan kerja kera. Menghabiskan hidup dengan jerih payah, bersahabat dengan “prihatin” berkawan dengan “kesederhanaan”. Ini bukan kemiskinan, aku menganggap semua ini kekayaan. Kalau kita bersyukur meresapi semua apa yang kita miliki itu lebih dari sebuah kekayaan yang sering dipandang orang sebelah mata.
    Dan siapa yang menduga aku mengayunkan langkah kakiku sampai dititik ini? Hampir 3 tahun tepat 2, tahun aku menggeluti dengan teori yang mengajarkan bagaimana aku harus membimbing anak bangsa menjadi gold generation seperti sejatinya. Ya disinilah aku menempuh semua itu. Yang sebenarnya semua ini hanya sebuah impianku yang aku pendam dan “cling trewujud. Kau percaya jika semua ini aku peroleh dengan instan ? ini tidak aku peroleh dengan Cuma-Cuma. Ku peroleh semua ini karna hasil kerasku di masa lalu yang mungkin tidak semua orang mengetahui bagaiman kerasnya hidup, sering kali aku harus menangis, mengiba, seringnya aku mengeluh tapi juga diikuti dengan sebuah tindakan.
Namun aku tak mau bersombong langkahku sampai disini adalah sebuah kesuksesan, ini belum bisa dikatakan sukses. Ini hanya awal dari perjuanganku untuk benar-benar merebut impian-impian yang pernah aku impikan sebelumnya. Ya aku menyebutnya dengan cita-cita.aku sering menggantungkan cita-cita ini ditas langit bersama bintang-bintang yang menyala menghiasi permadani yang berwarna biru hitam pekat. Aku menggantungkan disana agar ketika ia terjatuh ia tetap jath bersama bintang.
     Siapa yang menduga aku melangkah bersama mereka. Mereka yang dari dulu hanya sebatas kenal, sabatas tahu. Tapi kini kami terikat hubungan persahabatan, terikat hubungan “tim”. Siapayang menduga kami bersala dari latar belakang yang berbeda bisa bersatu seperti ini. Siapa yang menduga karakter kita juga berbeda. ya visi misilah yang menyatukan kita. Dan siapa yang menduga aku juga sempat mengukir kisah cinta disini.Siapa yang menduga juga kalau aku juga merasakan patah hati disini. dan untuk kesekian kalinya juga aku merasa mendapat hidayah ketika aku patah hati. ^_^

“Siapa yang menduga.”

Siapa yang Menduga?

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Kamis, 13 Februari 2014
With 0komentar
Tag :
Next → ← Prev
▲Top▲