Newest Post

| Minggu, 27 April 2014
Baca selengkapnya »

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 27 April 2014
With 0komentar

Menjauh

|
Baca selengkapnya »
hmmm ya ini yang aku rasa, ini yang aku alami. Tentang menjauh. Masih teringat benar diingatan tentang hal menjaga nyala lilin. Sekarang nyala ilin itu mungkin sudah beralih arti. Bukan nyala lilin yang seperti dulu tapi disesuaikan dengan kondisi saat ini. hmmm Menjauh, dan kenapa harus jauh? bukankah jika dekat itu justru lebih asyik, lebih damai. Ya iilah hidu. memang kita sedang diharuskan dengan menjauh

Menjauh

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar

Semua sudah berakhir,

| Minggu, 20 April 2014
Baca selengkapnya »
Semuanya sudah berakhir dan ini benar-benar akhir dari apa yang aku harapakan., sesuai dengan yang apa aku fikirkan dan aku rasakan. Ya inilah yang terbaik untuk diriku dan senja.Semua kisah tidak selalu berkahir dengan bahagia bukan, ada kalanya juga berakhir dengan kesedihan seperti kisah antara aku dan senja. Memang ini yang terbaik untuk diriku juga unttuk senja. Bahkan kata maaf saja tak tersebut dalam percakapanya. Apa harus aku yang memulai untuk menyebut kata maaf lagi setelah sekian kali aku mengutarakan kata maaf dan kata terimakasih? Ha?

Mengapa begitu mudahnya dia hanya berkata tentang kata fokus. Jadi pada intinya kembali ke komitmen awal bukan ? Ya sekali lagi kisah antara aku dan senja menjadi kisah pahit yang aku alami dan menambah berkuragnya rasa kepercayaa terhadap makhluk sejenis dengan senja.

Ending of our story" aku dan senja"

Sudahlah, memang hari ini juga kan yang kamu tunggu ? ya tanggal 21. Lalu untuk apa kau menangisisnya ? lalu unguk apa juga kamu merasa dikecewakanya. Ini sudah menjadi pilihanmu. Bukankah dari awal kamu memendam rasa ini sudah menjadi konsekuensi. Ya lagi-lagi kembali pada konsekuensi yang harus kamu terima. Jadi percuma saja kau menangisi dan menyesali semuanya.

Katamu "aku" adalah seorang tokoh yang kuat, jadi apa buktinya atas pernyataan tersebut.

"Aku" rapuh, aku hanya manusia biasa. Tak lebih sempurna dari apapun. Aku terlalu rapuh jika terkena rasa. Aku rapuh karna kekecewaan. Aku menangis karna ketidakpercayaan. Jadi harus bagaimana sekarang aku bertindak ?

Seperti biasa!

Aku harus biasa ? bagaimana bisa? bukankah sudah ku jelaskan aku manusia rapuh ?

sudahlah kau akan mengertu apa yang aku maksud.

end


Semua sudah berakhir,

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Minggu, 20 April 2014
With 0komentar
Tag :

Detik menjelang ending "aku dan senja"

| Senin, 14 April 2014
Baca selengkapnya »
      Seminggu lagi keputusan dan ending dari "aku dan senja" akan segera diketahui. Inilah keputusan yang telah aku buat secara matang. Jika memang akhir dari ini semua adalah suatu perpisahan, aku siap dan itu memang konsekuensi yang memang harus aku tangkap, seperti yang kau utarakan beberapa bulan yang lalu ya tentang "konsekuensi". Jika memang akhir dari semua ini adalah masih dengan "bersama" akan  ada do'a dan harapan yang ku selipkan didalam keputusan itu. 

      Detik dari akhir "aku dan senja" semakin hari, seiring berputarnya bumi sikap demi sikap yang menuurt analisisku telah berubah 180 derajat dari pertama kesan. Ya hari ini aku belajar tentang kenyataan dan kesan. Kesan itu hanya pembungkus  awal dari suatu kenyataan yang bisa berubah. Jangan sering mempercayai kesan awal, percayailah kenyataan terlebih dahulu.

Detik menjelang ending "aku dan senja"

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Senin, 14 April 2014
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲