Newest Post

Lagi

| Selasa, 01 April 2014
Baca selengkapnya »
          24 jam bahkan lebih dari 24 jam, ya ku anggap kau hilang sudah senja. Aku sudah lelah dengan semua ini. Mungkin itu iya, meskipun di sosmed, aku yakin itu kau tunjukkan untukku. keyakinanku melehihi 2000% seperti yang kau ungkapkan. Entahlah ini sangat aku yakini, meskipun aku tahu dalam sosmed kau sering melakukan pencitraan. Dan aku takut jika umbaran tentang cinta yang sering kau ucapkan hanya sebuah pencitraan saja. Tidak lebih dari cinta yang suci yang sering kau agung-agungkan padaku. 
           
              Entahlah jauh dari itu semua sudahlah, ku rasa ku tutup saja semua cerita. Buka lagi lembaran lagi untuk kesekian kalinya. Inilah kado yang harus aku terima. Sudahlah, ini menjadi keputusan terbaikku atas keyakinanku, penilaianku terhadap sikapmu dan semua tentangmu. 

               Bukan akhir dari segalanya, ini hanya awal. Sedikit usaha untuk beradaptasi dengan semua ini. Aku yakin diatas kesibukanku aku akan bisa melupakan semua. Dan pada akirnya kembali seperti sebelum adanya dirimu. Konsentrasi atas apa keinginanku dan kebutuhanku, Bukan tentang cinta diatas pencitraan dan pemanfaatan semata.  

            Corat-coret tulisan ini mewakilkan penilaianku terhadapmu. Kita berakhir sudah.Oke Fix


Lagi

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Selasa, 01 April 2014
With 0komentar
Tag :

Menghapus Jejak Senja (Kembali)

| Sabtu, 22 Maret 2014
Baca selengkapnya »
           Oke jadi setelah beberapa hari gue melakukan pengamatan kembali, selama tiga hari ini senja benr-benar berubah. Oke fine gue sih nerima aja. Ya kalau dipikir-pikir buat apa gue harus marah atau merasa dikecewakan. Bukankah begitu? Gue dengan senja nggak ada hubungan apa-apa just a friend. Gue bukan ibunya, bukan istrinya yang harus setidaknya harus mendapat laporan sedang pa dia dan alasan melakukan sesuatu. 

                Ya, setelah engamatan selama tiga hari ini dan kembali mengingat masa lalu lebih baik gue , memulai hal sama dan sering gue rencanakan tapi sering gagal. Gue mau menghapus jejak senja, ya gue yakin ini akan berjalan lebih mudah dari pada kemarin karna dua pihak memang saling mendukung untuk saling menghapus jejak dan mengakhiri novel yang hampir pernah kita rangkai. 

                Ending dari novel ini antara aku dan senja akan kita lihat saja satu bulan kedepan. Sungguh aku akan mengingat hal ini dan satu bulan kedepan apa yang terjadi denganku dan senja. Jika memang takdir membawaku pada senja seperti sekarang ini maka, berakhirlah sungguh berakhir. Ku pasrahkan semua padaNya itu lebih baik bukan untuk kedua belah pihak. Sama sekali tidak ada yang dirugikan dari hal itu. 

      #Menghapus Jejak Senja

Menghapus Jejak Senja (Kembali)

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Sabtu, 22 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Cuek

| Jumat, 21 Maret 2014
Baca selengkapnya »

Malam ini gue mau menandatangani plakat, gue mau kembal menata hidupgue yang sempat acak-acakan porak-poranda karna tingkah senja. Gue rasa kemarin-kemarin gue hanya terjebak oleh rayuan senja. Gue mulai sadar senja memang hanya bermain, jadi untuk apa gue melayani keseriusan dalam permainan itu bukankah itu hanya membuang-buang waktu gue? Bukankah lebih baik gue konsentrasi terhadap kaier yang sedang gue tempuh, ya lebih baik gue konsen untuk perbaikan diri, konsen ke kuliah gue. Jadi nggak sia-sia banget, negara biayain gue. Bener gag ?

           Selama ini nggak hanya satu atau dua orang sih yag ngatain cuek, tapi gue bersikap cuek kan karna ada alasan guys. Nggak semata-mata gue bersikap cuek ke semua orang dalam situasi konsisi apapun. Tentu gue melihat sikon lah ya.

Apa salahnya cuek ?

           Nggak ada salahnya, kita bersikap cuek tapi bener-bener kita harus pandai melihat situasi dan kondisi untuk menempatkan diri kita untuk bersikap cuek. Ya langkah gue kali ini mungkin gue akan bersikap agag cuek kepada senja. Ya mungkin itu jauh lebih baik dari pad ague harus menahan rasa tersakiti. Gue pernah baca sebuah kalimat. “ rasa tersakiti itu dikarenakan sikap yang berlebihan pada sesorang yang tidak pernah mempedulikanmu”. Jadi untuk apa kita peduli, berfikir keras memikirkan seseorang yang sama sekali nggak respect sama kita? Tapi kembali ke persepsi sendiri-sendiri sih ini kan hanya curahan hati heheh, kita juga nggak boleh langsung menjudge seseorang itu nggak peduli sama kita. Cari tau lebih dalam. Ceilah kaya pa aja ye, asyyek.

          Yah pembahasan yang kurang greret karna gue sendiri belum ada greget untu membahas ini sih, hahah. GAJE, alias nggak jelas banget yah, iyah ini diantara galau dan tidak sih soalnya. Upsss keceplosan.




Cuek

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 21 Maret 2014
With 0komentar
Tag :

Menghilang

| Rabu, 19 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Malam itu pesan terakhir dari dia. ku layangkan beberapa pesan, ku deringkan telfon sejenak menghubungi bagaimana kabar senja yang sedang hijrah. Tak ada satupun yang berhasil menjawab semua kegamangan yang terlukis. Bahkan di sosial mediapun, kulayangkan juga pesan tapi tak juga di balas. 

Menghilangkah dia dari hadapanku setelah kunjunganya? Inikah cara dia untuk benar-benar akan memisahkan atau mengakhiri karangan novel yang aku kira akan bertahan ? 

Apa memang aku harus bertahan ? Bersaba? dan tetap bertanya pada waktu yang masih membisu, tak sekalipun pernah memberi jawaban yang pasti. 

#Menunggu Senja

Menghilang

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Rabu, 19 Maret 2014
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲