Newest Post

Tanah Lot

| Jumat, 24 Januari 2014
Baca selengkapnya »

Disini kaki berpijak
Melangkah kedepan
Membawa bendera semangat
Memandang panorama
Terhampar lautan
Berjajar bebatuan menjulang
Ramai-ramai pengunjung
Meski hujan datang menerjang
Meski air mulai pasang
Tak gentar kami berkunjung
Dengan ceritamu
Dengan sejarahmu
Dengan budayamu
Kami mengenalmu

‘Tanah Lot’

Tanah Lot

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :Jumat, 24 Januari 2014
With 0komentar
Tag :

Cahaya di sudut surga

|
Baca selengkapnya »
Cahaya di sudut surga
Terlelap dalam buaian hembusan angin malam
Dinginnya mulai menyatu bersama jiwa sepi
Tibalah raga disuatu surga
Terasa hampa, gelap pada awalnya
Namun, beberapa menit
Ku lihat sedikit demi sedikit cahya disudut itu
mengumpul dan terbentuk bukit bintang
indah dan menakjubkan
sungguh tak dapat lai kami berkata
atas keagungan Tuhan

Tuhan semesta alam pemilik mutlak surga ini
Terlelap dalam buaian hembusan angin malam
Dinginnya mulai menyatu bersama jiwa sepi
Tibalah raga disuatu surga
Terasa hampa, gelap pada awalnya
Namun, beberapa menit
Ku lihat sedikit demi sedikit cahya disudut itu
mengumpul dan terbentuk bukit bintang
indah dan menakjubkan
sungguh tak dapat lai kami berkata
atas keagungan Tuhan
Tuhan semesta alam pemilik mutlak surga ini 

Cahaya di sudut surga

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag :

Sajak Hujan dan Pelangi

|
Baca selengkapnya »

Butir- butir air langit
telah turun
Mungkinkah ia merasa rindu pada bumi,
Mungkinkah  ia bosan dengan langit ?
Entahlah
Perlahan dengan kepastian bumi ini benar-benar mulai terbasahi
Tak lupa juga
Sang bayu dengan perlahan membelai-belai
Pepohonan disekeliling
meruntuhkan daun-daun
Berharap segera berlalu
Dan terbitlah wahai engkau
Pelangi
Yang terlukis indah
dipermadani biru

dengan segala warna

Sajak Hujan dan Pelangi

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag :

Surat dari Anak kolong langit

|
Baca selengkapnya »

Bumi  ini rumah kami,
Langit sebagai atap
Dan tanah sebagai lantai
Tak gentar dari rasa dingin maupun panas,
Semuanya kami terjang dengan kesabaran
Hidup ini perjuangan kami,
Demi sesendok nasi
kami rela berteriak
kesana kemari
lelah itu biasa
haus itu juga biasa
kami tak butuh belas kasihan
yang kami butuhkan adalah
kalian mau membeli apa yang kami jual
kalian mau berbagi uang receh

dengan mendengarkan suara kami 

Surat dari Anak kolong langit

Posted by : Puji Rokhayanti
Date :
With 0komentar
Tag :
Next → ← Prev
▲Top▲